Kamis, 13 November 2014

Untukmu Bunda





Bunda,
Saat ku buka mataku,
Senyummu menyambut hembusan nafasku
Wajahmu menyejukkan kalbuku
Nasehatmu iringi setiap langkah-langkahku
Saat kesalahan bertumpuh kepadaku
Kau senantiasa memanduku

Dan saat tangismu meledak layu
Jiwaku gunda karenamu
Wajahmu sinari redup jiwaku
Senyummu hiasi kelam malamku
Kata-katamu membuka tabir sukmaku
Membentuk kepribadian serta jiwa nuraniku
Saat diriku mengecup tanganmu
Sembari kau sisipkan nasehat untukku,

Tunaikanlah tugasmu `Nak`
Basuhi jiwamu dengan ilmu
Rengkuhlah masa depanmu
Gapailah cita-citamu”

Terima kasih Bunda,
Aku tidak akan melupakanmu
Kata-katamu akan selalu aku ingat
Nasehatmu akan selalu aku jalani
Kau sosok perempuan yang terbaik
Dari segala curahan ispirasiku

Kau segalanya bagiku
kebaikanku tak seberapah
Untuk menebus dosa-dosaku
selamat jalan Bunda
Kedamaian akan selalu bersamamu
Read Comments

Petua`Sang Ibu

Menanti ajal di pagi hari
Tersirat harapan untuk sang buah hati
Berharap di kemudian hari
Dia dapat menepati janji
Menjadikan dirinya sebagai lentera

Di saat gelap
Dia bisa menyinari
Di saat terang
Dia bisa menyimpan cahayanya

Wahai anakku
Engkau adalah amanatku
Engkau di lahirkan dalam keadaan telanjang
Maka carilah penutup dirimu dengan ilmu
Basuhi jiwamu dengan keimanan

Jadilah pelita hati
Yang mampu berikan kesejukan
Di antara sela-sela keresahan
Belajarlah mencari titik lemah
Dari segala permasalahan

Di atas doa-doaku
Jejakkan kakimu bersama amanatku
Read Comments