CINCIN BERMAHKOTA DURI
=========================
Jika rumahtangga adalah sebuah Pohon
Suami dari bagian sebagai Ranting
Bunga berada diposisi bagian Istri
Akar berpihak sebagai Keyakinan
Hasil dari pohon adalah Sang Buah Hati
Sementara . . .Banyak pohon yang tumbang
Sebelum musim gugur tiba
Bunga sibuk untuk menghias keindahan taman
Kemewahan menganggap dirinya kebahagiaan
Tanpa disadari ranting mengalami kerapuhan
Sedangkan . . . .
Kekuatan ranting terkadang bukan hanya
Terletak bagaimana bunga merawatnya
Namun bagaimana bunga dapat memahami
Dari segala bentuk apa yang dimiliki
Setiap pohon berharap kemegahan hidupnya
Untuk menunjukkan kepada dunia
Bumi tempat mencari apa yg belum dimiliki
Namun bukan dengan jalan . . .
Memisahkan kekuatan ranting dan keharuman bunga.
Ranting adalah sumber kekuatan bunga
Keharuman bunga adalah semangat hidupnya
Keyakinan adalah sebuah akar yang ditanam
Untuk menopang pohon yang berdiri
Jika mereka hidup disisi yang berbeda
Akar harus kuat untuk menjaga ranting tanpa bunga
Kepercayaan, saling mengerti dan memahami
Pondasi untuk mempertahankan sebuah rumahtangga
Pohon akan terlihat indah setelah berbuah
Ranting kembali kuat, bungapun mekar kembali
Merpati dan Kenari burung yg berkicau sebagai tanda
Kebahagiaan lahir atas hadirnya sang buah hati.
Seorang anak akan menjadi kekuatan bagi ayahnya
Dan seorang istri akan menjadi kekuatan bagi suaminya
Kebahagiaan seorang ibu, ikut bersama kebahagiaan anaknya.
Tapi kebahagiaan seorang istri, ikut bersama kebahagiaan suaminya
Kalung hanya berharga jika ada mutiara.
Jika mutiara itu hilang, maka tidak lagi berharga
Begitu juga suami tanpa kehadiran seorang istri
Segala bentuk apapun kekuatan akan menjadi lemah
Sebelum meninggalkan kekuatan berfikirlah sejenak
Sebelum mutiara meninggalkan bertahanlah dahulu
Kebahagiaan, kadang bukan hanya dari segi materi
Tapi keyakinan hidup bersama dan saling berjuang
Dalam satu bangunan tanpa hidup di lain sisi
Belajar untuk memahami disaat kita berjalan !
--------------------------
Jika kedua sandal dipakai untuk jalan di kaki yg berbeda
Maka akan menghasilkan pola fikir hidup masing-masing
Tapi jika dipakai untuk jalan dikaki yang sama
Maka ia akan sejalan kemana kehidupan melangkah
Kaki kanan dan kiri saling mengisih kekosongan
Disaat suami berada didepan istri dibelakang
Begitu juga suami dibelakang istri berada didepan
Ketika keduanya berada diposisi yang sama
Mereka telah sampai pada tujuan hidupnya
Menikmati dari buah hasil apa yang ia kerjakan.
Semua orang bisa memberi nasehat
Tapi tidak semua orang bisa memberi bimbingan
Orang yg berkata bijak bukan menganggap dirinya benar
Hanya memvisualisasikan keadaan dunia kepada masyarakat
Kemarahan akan mencari posisi yang lebih tinggi
Sementara kesabaran selalu mencari posisi yang tepat
Demi untuk mendapatkan cahaya
Maka kita harus bisa bertahan dalam panas
Sampai kapan mimpi mimpi itu bisa kita miliki
Ataukah hanya menjadikan mimpi yang terbeli
Bagaimana kita bisa mengerti! mereka belum berpikir
Bagaimana bisa kita diam! mereka saja belum bicara
Dimana kehidupan dimulai disitulah jawaban.
Manusia kadang hanya dipandang ketika dirinya di atas
Prestasi, jabatan adalah suatu kebanggaan
Sahabat, saudara, orangtua adalah sumber kekuatan
Untuk menikmati hasil apa yang kita kerjakan
Namun, ketika kehidupan berbalik arah
Manusia berada di posisi tingkat paling bawah
Sadar maupun dengan sendirinya, mereka . . .
Memilih untuk tidak mendengar dan melihat
Kadang, kita tak lagi bisa membedakan
Antara sahabat dan saudara
teman berbagi cerita, saudara tempat berlindung
LALU KEMANA MEREKA ?
dimana sumber yang menjadi kekuatan?
Lalu apa bedanya jika di tinggalkan ?
Dengan demikian manusia akan menyadari
Setelah memahami dibalik semua peristiwa ketidakadilan
“ Kekuatan seseorang tidak pada tangannya
Tapi pada fikiran dan keyakinan”
Bahwa alam sekitar bukanlah kekuatan
Sahabat, saudara, orangtua hanyalah faktor pendukung
Musuh terbesar manusia adalah kesedihan
Yang bertempat tinggal dihatinya
Sedangkan penyesalan sifat manusia yang tak berfikir
Yang tidak dapat membuka mata hatinya, bahwa :
“disini ada hari semalam disana ada hari-hari esok”
Kebahagiaan yang tlah menjadikan sebuah penderitaan
Akan diganti dengan kebahagiaan yang hakiki
Allah maha mengetahui dari manusia sebelum berfikir
Menyimpan dendam bukan hal yang baik
Tapi balasan sikap adalah untuk menyadarkan
Melihat kebelakang hanya untuk menengok
Bukan untuk terjun kelubang yang sama
Buanglah waktu pada tempatnya
Semangat baru untuk menggali potensi
Jika kesadaran adalah matahari
Hanya kekuatan yang menjadi cakrawala
Manusia harus bisa bersikap lembut
Meski hati panas bahkan terbakar sekalipun
Jika kesabaran adalah inti dari bumi
Maka perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata
Mereka yang pernah kalah belum tentu menyerah
Akan ada hari dimana mereka harus bangkit
Jika takdir adalah kodrat
Maka inilah garis hidup yang harus aku jalani
Bimbinglah kami dalam keridoanmu
Tuntunlah disaat kami kehilangan arah
Tunjukkan jalan untuk kami berbenah diri
Sadarkan jika kami tergolong orang-orang yang merugi
Jadikan kami sebagai manusia yang kuat dari segala bumerang
Untuk menghadapi segala apa yg menjadi kekuasaanmu
Kami hanya berusaha mengembalikan impian yang hilang
Segala bentuk keyakinan semua atas kehendakmu…
Tujuan hidup seseorang bisa tercapai
Saat suatu beban bisa terlepas
Pohon yang tumbang akan berdiri kembali
Ketika ranting dan bunga menemukan pilihan tepat
Menata kehidupan baru cara untuk melangsungkan hidup
Pengalaman adalah guru yang bijak dalam kehidupan
Fase tersulit dalam hidup
Ketika melepas orang yang kita sayangi
Menjadi pendamping hidup pribadi lain
Karena takdir telah bertolakbelakang
Jika pohon telah mengalami keguguran
Kesabaran adalah menerima takdir
Seseorang mandi di sungai bisa dibersihkan
Akan tetapi meninggalkan sungai kotor
Sekecil apapun kesalahan yang di maafkan
Luka yang membekas tidak akan pernah hilang
Jangan pernah menganggap . . .
Bahwa melepaskan orang yang kita sayangi
Kepedulian kita untuk kebahagiaannya
Mendoakan bahagia dengan pihak lain
Itu bentuk kerelaan kita apa kebodohan?
Dalam hal ini tidak ada kata kemurahan
Hanya keterbatasan takdir yg berpihak
Tidak perlu menghukum diri dengan kesedihan
Mereka adalah penyebab dari lahirnya penderitaan
Yang perlu di hukum . . . . . . . .
Alam dan sekitarnya akan menjadi balasan
Setiap perbuatan apa yang mereka telah perbuat
Melupakan kesedihan itu akan menjadi
Langkah pertama untuk kehancuranya
Carilah cara untuk membersihkan dunia
Dari orang-orang yang tidak bisa menjaga keyakinan
Dimana Merpati mencapai hari kebebasan
Akan menjadi hari terakhir dimana kebahagiaannya.




0 komentar:
Posting Komentar